Assalamu'alaikum ... Jangan lupa baca Bismillah terlebih dahulu

Selasa, 09 Oktober 2012

MDTA Al-Hidayah

Untuk menambah pelajaran Agama di tingkat SD, beberapa tahun lalu Pemerintah lewat Departemen Agama membuat program MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) yang berarti Sekolah Agama Pertama yang disempurnakan.
Alhamdulillah program ini disambut antusias oleh masyarakat sehingga hampir tiap daerah bermunculan MDTA yang tentu saja kualitasnya beraneka ragam karena semua pengelolaannya baik sarana, prasarana maupun dana operasionalnya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat, pihak DEPAG hanya menyediakan buku paket, itupun kadang telat bahkan tidak dikirim sama sekali.
Secara kurikulum program ini sebenarnya ada dua tingkatan yaitu TPA dan MDTA. Kelas TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) diperuntukkan untuk Kelas 1 dan 2 SD, disini prioritas pengajarannya ditekankan untuk melancarkan menulis dan membaca huruf Arab. Sedangkan MDTA terdiri dari 4 kelas yaitu kelas 1 untuk kelas 3 SD dan seterusnya sampai kelas 4 MDTA untuk kelas 6 SD.
Untuk MDTA ini kurikulum DEPAG ada 5 mata pelajaran yaitu : Al-Qur'an & Hadits, Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Alhamdulillah di Perum kita juga sudah ada MDTA yang waktu itu berdirinya dirintis oleh Bapak Ludi Islahudin. Dan saat ini yang terdaftar menjadi santri baik TPA maupun MDTA sebanyak 75 anak dengan 4 tenaga pengajar.
Idealnya untuk kelancaran proses belajar mengajar, seperti MDTA ditempat lain harusnya ada 6 ruang kelas atau minimal 3 kelas karena Sekolah SD-nya ada yang pagi dan ada yang sore, tapi berhubung kita belum mempunyai ruangan kelas terpaksa belajar sekolah agamanya di serambi masjid, dan untuk memisahkan antar kelas, sementara disekat pakai triplek, yah tak ada rotan triplekpun jadi. Untuk itu marilah kita berdoa bersama - sama mudah - mudahan Pembangunan Gedung Majlis Ta'lim dan ruang kelas MDTA segera selesai, sehingga anak - anak kita bisa belajar Ilmu agama lebih senang dan nyaman.
Berikut cerianya anak -anak kita menyongsong masa depan dan lihatlah mereka harus menulis di lantai serambi Masjid ........ Trenyuh









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar