Minggu, 03 April 2016

Pelaku Curanmor jne ciseureuh ditangkap di Lampung

PURWAKARTA (Pos Kota) – Dua bandit asal Lampung dibekuk tim buru sergap Polres Purwakarta. Kawanan ini kerap melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
Kedua pelaku, S dan A berasal dari Desa Jabung, Lampung Timur. Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo W Andiko, Senin (21/3/2016) menjelaskan, pemburuan terhadap tersangka S hingga ke Lampung, setelah sebelumnya menangkap satu tersangka kawanan curas tersebut. Dari tersangka A, mengerucut ke S tersangka lainnya yang kabur ke Lampung usai melakukan curas di Purwakarta.
Sepak terjang “Kelompok Lampung” tersebut kerap meresahkan masyarakat. Pasalnya, kelompok curas tersebut membawa senjata api setiap aksinya. Kata Kapolres, tercatat kawanan S melakukan tiga kali tindak pidana curas yakni di Kantor JNE, showroom Cibening dan rumah pemilik katering di Kadu Mekar, Kec Babakan Cikao.
“Tersangka S kini telah mendekam diruang tahanan Mapolres Purwakarta. Tersangka dijerat pasal 365 KUHP dan UU RI 12/1951 tentang kepemilikan senpi dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” jelas Kapolres. (dadan/yh

Rabu, 06 Januari 2016

Purwakarta sedang tidak aman

Hati - Hati
Pelaku kejahatan sudah semakin nekad di Purwakarta, berikut rekaman CCTV aksi pencurian sepeda motor di depan Kantor Tiki JNE Ciseureuh, di siang hari bolong dengan menggunakan ancaman senjata api. Mudah - mudahan aparat keamanan segera bisa membekuk pelakunya

Senin, 16 November 2015

Sejarah Masjid Agung Purwakarta

JATILUHURONLINE, id - WISATA, Seperti telah disebutkan, Masjid Agung Purwakarta didirikan hampir bersamaan dengan pendopo. Di Jawa Barat khususnya dan di Pulau Jawa umumnya, setiap kota tradisional yang didirikan sebagai pusat pemerintahan kabupaten, memiliki komponen utama berupa pendopo, alun-alun, dan masjid agung. Ketiga komponen itu dibangun hampir bersamaan. Hal itu berarti, pada awal berdirinya Masjid Agung Purwakarta dibangun oleh penduduk Sindangkasih, dipimpin oleh hoofdpanghulu (penghulu kepala) dan di bawah pengawasan Bupati R.A.A. Suriawinata alias “Dalem Sholawat” (1830 – 1849). Pada waktu itu yang menjadi hoofdpanghulu Kabupaten Karawang adalah Raden Haji Yusuf (Baing Yusuf). Ia menjadi Hoofdpanghulu Karawang sejak tahun 1828 (Almanak van Nederlandsch Indie, 1828 : 59). Dalam kedudukan itu, Baing Yusuf juga berperan sebagai pengelola Masjid Agung Purwakarta.
Pada tahap awal, kondisi bangunan masjid masih sangat sederhana, sama dengan kondisi bangunan pendopo, yaitu belum berupa bangunan permanen. Atap masjid berbentuk atap tumpang, ciri khas masjid tradisional. Waktu itu, atap umumnya terbuat dari ijuk, dan badan bangunan dibuat dari kayu dan bambu.

Kamis, 05 November 2015

Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Kita Bersama

Sepertinya kita masih harus terus bersinergi untuk menjaga keamanan di Perumahan Bumi Jaya Indah, terutama RW :  11.
Walaupun sudah kita ketahui bersama, bahwa saat ini pihak keamanan sudah menerapkan akses satu pintu keluar masuk Perum pada malam hari, toh kemarin salah satu warga kita di Blok M masih kebobolan juga, dua motor yaitu Fixon dan Beat yang di parkir di teras rumahnya raib digondol Maling.
Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari, dimana pihak security baru saja lewat melakukan patroli dikawasan tersebut.
Pelaku berhasil membawa kabur dua motor sekaligus dengan cara merusak gembok pagar teras dan gembok Portal gg. Taubat, dengan menggunakan cairan kimia.
Keamanan Lingkungan kita bukan semata tanggungjawab security, keamanan ataupun ketua RW, tetapi tanggungjawab kita bersama seluruh warga Perumahan.
Mudah - mudahan secepatnya kita bisa menemukan solusi untuk permasalahan ini
Semoga bermanfaat

Jumat, 23 Oktober 2015

Agar Dunia Tak Memenjara (6) : Sadarilah Dunia Itu Melenakan

Indah dan melenakan. Itulah dunia. Karena itu, tak sedikit yang sengsara dibuatnya. Ada yang celaka, ada juga yang terhina. Andaikata ada yang bahagia karena dunia, itu hanya sementara. Karenanya, kita harus senantiasa waspada. Jangan sampai terlena

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul junjungan; Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Indah dan melenakan. Itulah dunia. Karena itu, tak sedikit yang sengsara dibuatnya. Ada yang celaka, ada juga yang terhina. Andaikata ada yang bahagia karena dunia, itu hanya sementara. Karenanya, kita harus senantiasa waspada. Jangan sampai terlena. Jika tidak, kita akan menjadi korban berikutnya. Waspadalah..waspadalah..! Berikut ini catatan penting tentang dunia yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Dunia dengan segala kemegahan dan keindahannya tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan akhirat. Camkanlah firman Allah berikut ini (Q.s. at-Taubah [9]: 38), yang artinya: “Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” Berapa banyak yang mampu manusia peroleh dari kepuasan itu? Padahal umurnya hanya sebentar. Jika ia memilih kenikmatan yang sedikit itu, maka di akhirat kelak tidak ada tempat yang pantas baginya, melainkan neraka.