Assalamu'alaikum ... Jangan lupa baca Bismillah terlebih dahulu

Minggu, 13 Januari 2013

Gubernur Jabar dari masa ke masa

Tahukah anda ? Kalau Kang Aher adalah Gubernur Jabar yang ke-15? dan Bapak Ipik Gandamana adalah Gubernur Jabar asal Purwakarta yang kedelapan? Berikut nama - nama Gubernur Jabar dari masa ke masa

Pertama
Mas Sutardjo Kertohadikusumo

Mas Sutardjo Kertohadikusumo Kunduran, Blora, Jawa Tengah 22 Oktober 1892 Jakarta 20 Desember 1976 adalah gubernur pertama Jawa Barat. Menurut UU No. 1 Tahun 1945, daerah Jawa Barat saat itu menjadi daerah otonom provinsi. Sekalipun ia adalah Gubernur Jawa Barat, namun ia tidak berkantor di Bandung, melainkan di Jakarta. Sutardjo merupakan tokoh nasional yaitu anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Ia penggagas Petisi Sutarjo. Petisi ini diajukan pada 15 Juli 1936, kepada Ratu Wilhelmina serta Staten Generaal (parlemen) Belanda. Petisi ini diajukan karena ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan politik Gubernur Jenderal De Jonge. Selain itu ia pernah menjabat juga sebagai Ketua DPA.

Kedua
Datuk Djamin

Datuk Djamin adalah Gubernur Jawa Barat yang kedua. Tokoh nasional ini menduduki jabatan Gubernur Jawa Barat ketika ibu kota negara Jakarta diduduki tentara sekutu dan kemudian ibu kota dipindahkan ke Yogyakarta. Ia memimpin Jawa Barat tidak di Bandung karena sejak 1946 ibu kota Jawa Barat dipindahkan ke daerah pedalaman, yaitu Tasikmalaya.





Ketiga
Murdjani

Murdjani adalah gubernur Jawa Barat yang ketiga. Masa pemerintahannya sangat singkat, kurang dari satu tahun. Setelah tidak menjabat Gubernur Jawa Barat, Murjani (atau Moerdjani) kemudian menjadi Gubernur Jawa Timur (1947-1949) dan selanjutnya menjadi Gubernur Kalimantan II (1950-1953). Ia adalah salah satu tokoh Parindra (Partai Indonesia Raya) dari Jawa Timur. Pada masa pendudukan Jepang, atas campur tangan Sukarno dan M. Hatta, ia ditunjuk sebagai Bupati Indramayu, dengan alasan untuk mendorong kaum terpelajar mengambil alih kedudukan Pangreh Praja sehingga orang Jepang tidak meragukan bahwa orang Indonesia tidak memiliki kepemimpinan.

Keempat
R. Mas Sewaka

Raden Tumenggung Aria atau yang dikenal dengan R. Mas Sewaka (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 1895) adalah gubernur Jawa Barat keempat. Menjabat dari tahun 1946 - 1948 dan 1950 - 1951. Gubernur Jabar keempat dan keenam ini lahir di Cirebon, Jawa Barat tahun 1895, hampir seluruh masa hidupnya dihabiskan dalam bidang pemerintahan di Jabar. Ia meniti karier mulai dari pegawai magang juru tulis wedana Losari, Mantri Polisi Weru, dan camat Jatiwangi. Sebelum menjadi gubernur, Sewara diperbantukan kepada Gubernur Jabar Dr. Murjani di Tasikmalaya, Jawa Barat (1946) karena situasi Bandung yang tidak menentu dengan adanya tentara NICA.

Kelima
Ukar Bratakusumah

Ir. R. Ukar Bratakusumah (lahir di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 17 September 1907 – meninggal di Jakarta, 12 Maret 2003 pada umur 95 tahun) adalah Gubernur Jawa Barat kelima pada tahun 1948 - 1950 dimasa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada tahun 1951 hingga tahun 1952 pada Kabinet Sukiman Suwirjo. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung pada tahun 1964-1965.

Keenam
R. Mas Sewaka

Raden Tumenggung Aria atau yang dikenal dengan R. Mas Sewaka (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 1895) adalah gubernur Jawa Barat keempat. Menjabat dari tahun 1946 - 1948 dan 1950 - 1951. Gubernur Jabar keempat dan keenam ini lahir di Cirebon, Jawa Barat tahun 1895, hampir seluruh masa hidupnya dihabiskan dalam bidang pemerintahan di Jabar. Ia meniti karier mulai dari pegawai magang juru tulis wedana Losari, Mantri Polisi Weru, dan camat Jatiwangi. Sebelum menjadi gubernur, Sewara diperbantukan kepada Gubernur Jabar Dr. Murjani di Tasikmalaya, Jawa Barat (1946) karena situasi Bandung yang tidak menentu dengan adanya tentara NICA.

Ketujuh
Sanusi Hardjadinata
Mohamad Sanusi Hardjadinata (lahir di Garut, Jawa Barat, 24 Juni 1914 – meninggal 12 Desember 1995 pada umur 81 tahun) adalah seorang politikus Indonesia.
Karier politiknya diawali sebagai Ketua PNI Cabang Garut (1947), Wakil Residen Priangan (1947-1948) dan Residen Madiun (1948-1949), Residen Priangan (1950- 1951), Gubernur Jawa Barat (Juli 1951-1957), Mendagri sampai 1959 dan Rektor Unpad hingga 1966. Sebelum turun dari panggung politik, posisi Sanusi adalah Ketua PDI. Dia mengundurkan diri sebagai ketua pada Oktober 1980. Dia pernah menjadi Gubernur Jawa Barat ke-5 pada tahun 1951 sampai 1956, Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Karya (1957-1959) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Ampera II (1967-1969).

Kedelapan
Ipik Gandamana
Ipik Gandamana (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 30 November 1906; umur 105 tahun) adalah gubernur Jawa Barat periode 1956-1959. Ipik dibesarkan di Banten. Perjalanan karier kedinasannya berawal sebagai CA (candidate ambtenar) di zaman pendudukan Jepang dan ditempatkan di Bogor selama dua tahun, Kemudian menjadi Mantri Polisi di Cikijing, menjadi Mantri Kabupaten Jakarta tahun 1931. Patih Bogor tahun 1946, Bupati Bogor 1948-1949 merangkap Bupati Lebak serta menjadi Gubernur Jawa Barat (1956-1960).

Kesembilan
Mashudi
Letjen TNI (Purn) Haji Mashudi (lahir di Desa Cibatu, Garut, Jawa Barat, 11 September 1919 – meninggal di Jakarta, 22 Juni 2005 pada umur 85 tahun) adalah mantan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada tahun 1978-1993.
Lahir dari orang tua yang merupakan wiraswastawan, Mashudi adalah anak keenam dari 11 bersaudara. Ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dari tahun 1960 hingga 1970. Ia lalu menjadi Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Jawa Barat sejak tahun 1961. Pada tahun 1974, setelah melepas jabatan sebagai Wakil Ketua MPRS (1967-1972), ia menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat. Pada tahun yang sama, Mashudi dipilih menjadi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.
Di tengah masa baktinya sebagai Wakil Ketua Kwarnas, Mashudi ditunjuk menjadi Pjs Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menggantikan Sarbini hingga tahun 1978. Dalam Munas Gerakan Pramuka di Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tahun 1978, Mashudi terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka hingga tahun 1993.
Ia meninggal dunia pada 22 Juni 2005 akibat terkena serangan jantung. Dari pernikahannya dengan Yetty Rochyati, ia memperoleh dua orang anak.


Kesepuluh
Solihin G.P.
Solihin Gautama Purwanegara atau Mang Ihin (lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 21 Juli 1926; umur 86 tahun) adalah Gubernur Jawa Barat periode 1970 - 1974. Ia memiliki perhatian yang besar untuk mengatasi rawan pangan di wilayah Indramayu, dengan cara memasyarakatkan padi gogo rancah. Upayanya memperlihatkan hasil sehingga terus dikembangkan. Lahir dalam keluarga bangsawan, dikenal sebagai tokoh yang merakyat. Karier militernya dimulai ketika pecah revolusi, sebagai komandan TKR Bogor, kemudian bergabung ke Kodam Siliwangi

Kesebelas
Aang Kunaefi

 Mayjen TNI (Purn.) Aang Kunaefi Kartawiria (lahir di Bandung, Jawa Barat, 5 Desember 1922 – meninggal 12 November 1999 pada umur 76 tahun) adalah gubernur Jawa Barat antara tahun 1975-1985. Kariernya dimulai di militer sebagai Komandan Kodim Kota Cirebon dan Panglima Kodam VI Siliwangi. Pada 1955, ia menjabat sebagai Komandan Seskoad. Selama Menjabat jadi gubernur, Aang banyak membina hubungan baik dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mendapat pendidikan kemiliteran di Waenaya Akademia M. W. Frunze Moskow, Uni Sovyet. Ia pernah juga menjadi Duta Besar RI untuk Saudi Arabia, Oman, dan Yaman pada 1985 - 1998.

Keduabelas
Yogie Suardi Memet

R. Moh. Yogie Suardi Memet (kadang salah dieja Yogi S. Memed) (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 16 Mei 1929 – meninggal di Bandung, 7 Juni 2007 pada umur 78 tahun) adalah seorang tokoh militer dan politik Indonesia yang pernah menjabat Menteri Dalam Negeri pada era Orde Baru (1993-1998). Ia juga pernah menjabat Gubernur Jawa Barat (1985-1993), Komandan Jendral Kopassus (Mei 1975-April 1983) dan Panglima Daerah Militer Siliwangi (1978-1983). Pada 1998-2003, ia menjadi anggota DPA.

Ketigabelas
R. Nuriana
Raden Nana Nuriana (lahir di Sumedang, 17 April 1938; umur 74 tahun) adalah gubernur Jawa Barat periode 1993 - 2003. Nuriana adalah seorang Mayjen TNI-AD,yang menamatkan Akademi Militer Nasional (AMN) pada tahun 1962. Antara rentang tahun 1993-1998 dan 1998-2003 dia menjadi gubernur Jawa Barat.



Keempatbelas
Danny Setiawan

Drs. H. Danny Setiawan, M.Si (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 28 Agustus 1945; umur 67 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Gubernur Jawa Barat dari tahun 2003 sampai 2008. Pendidikan terakhirnya adalah S2. Ia juga pernah menempuh pendidikan di Sekolah Perwira Cadangan SEPACAD ABRI, Rindam VIII Brawijaya 1998.
Setiawan telah berkeluarga. Istrinya bernama Hj. Rinania Sastrawiguna.


Kelimabelas
Ahmad Heryawan
H. Ahmad Heryawan, Lc. (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 19 Juni 1966; umur 46 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Gubernur Jawa Barat terpilih untuk periode 2008-2013 sebagai calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera bersama dengan wakilnya Dede Yusuf, pemeran Indonesia dan anggota DPR dari PAN, yang diusung oleh partainya sendiri. Selain menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Umat Islam (PUI) (2004-sekarang), Heryawan menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009. Pendidikan dari tingkat SD sampai dengan SMA diselesaikan di Sukabumi, sedangkan tingkat sarjana diselesaikan di Fakultas Syariah LIPIA Jakarta pada tahun 1992.
Selain sebagai politikus dan muballigh, Heryawan pernah aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi (sebelum menjadi anggota DPRD DKI Jakarta tahun 1999). Saat ini ia juga aktif membina di beberapa yayasan yang bergerak di bidang sosial, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar