Selasa, 22 Januari 2013

44 Persen Pelajar Setuju Pacaran Disertai Hubungan Seks

Sebanyak 44 % pelajar Surabaya berpandangan bahwa berpacaran itu boleh melakukan hubungan intim dengan pacarnya. Demikian salah satu penelitan yang juga menjadi catatan penting perkembangan remaja di Kota Surabaya selama tahun 2011.
Catatan mengagetkan ini merupakan salah satu hasil penelitian dari lembega pemerhati pendidikan dan remaja, HotLine Pendidikan didukung oleh Yayasan Embun Surabaya ( YES ), Telpon Sahabat Anak ( Tesa ) 129 Jatim dan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jatim selama tahun 2012.
Dalam penelitian ini, Hotline Pendidikan menyebarkan questioner sebanyak 600 eksemplar dengan 32 item yang berisi pertanyaan – pertanyaan seputar pandangan dan sikap serta apa yang dilakukan pelajar semasa mereka berpacaran.
Dari 600 eksemplar questioner yang disebarkan, yang kembali sebanyak 200 eksemplar untuk pelajar putra dan 250 untuk pelajar putri. Dari hasil perhitungan diperoleh gambaran bahwa mayotitas remaja (rata-rata di bawah usia 18 tahun) setuju jika pacaran disertai hubungan intim. Bahkan sebanyak 16 % sudah melakukannya.

Tempat-tempat yang digunakan berparan dan hubungan seksual di antaranya; Mall (49 %), Gedung Bioskop dan kafe serta tempat hiburan yang tertutup (27 %) , rumah (24 %), di sekolah (16 %).
“Bila aktifitas seksual itu dilakukan di sekolah, aktifitas yang dilakukan adalah ciuman, saling merabah bagian tubuh lawan jenisnya . Aktifitas itu dilakukan dikelas pada saat jam kosong sebanyak 22 % pelajar memilihnya dan 13 % dilakukan di kantin atau ditempat – tempat sepi dilingkungan sekolah, seperti kamar mandi,” ujar Isa Ansori dari Hotline Pendidikan kepada hidayatullah.com
Yang tidak kalah mengagetkan, aktifitas seksual seperti ini biasanya terjadi di momen-moment tertentu misalnya lebaran, menjelang pergantian malam Tahun Baru, peringatan Valentine’s Day, perayaan kelulusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, pasca puasa Ramadhan atau Hari Raya.
Menurut Hotline, riset juga menemukan, sumber informasi yang banyak menjadi rujukan para pelajar untuk melakukan aktifitas seksual adalah TV (57 %), teman (53 %), HP dan internet (28 %), radio (sebanyak 23 %), media cetak (22 %.).* [Hidayatullah]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar