Sabtu, 14 Juli 2012

Tahukah Anda kata Puasa berasal dari bahasa Sangsekerta?

Berikut ada petikan tanya jawab di Blognya Ustadz Ahmad Rofii yang mudah - mudahan kita bisa mengambil manfaatnya.

Pertanyaan:
Untuk memulai puasa dan mengakhirinya dengan Ru’yah, bagaimana kalau tidak terlihat bulan, tetapi secara Hisab sudah memasuki Romadhoon ?

Jawaban:
Yang benar adalah kita tidak menggunakan kata “puasa”, tetapi gunakanlah “shoum”. Karena puasa itu dari bahasa Sansekerta (Hindu), yaitu asal kata “upa” dan “wasa” yang artinya menahan diri. Sedangkan Shoum bukan hanya sekedar menahan diri, tetapi menahan hawa nafsu, tidak makan dan minum serta mengendalikan syahwat sejak fajar sampai terbenamnya matahari.
Kalau shoum diartikan dengan puasa, itu baru sampai pada tahap etimologis, sekedar bahasa. Sedangkan hukum syar’I adalah terkait pada terminologinya, bukan pada etimologi. Jadi gunakanlah kata “Shoum” bukan “Puasa”.

Kalau tidak terlihat bulan, maka digenapkan Sya’ban menjadi 30 hari, lalu masuk Romadhoon. Sabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم:
فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ
غُبِّيَ artinya awan. Kalau terhalang oleh awan, tidak terlihat, maka hitunglah atau genapkan menjadi 30 hari. Kalau kita perhatikan sabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, yang dimaksud Ru’yah artinya dengan mata telanjang. Bukan dengan alat, misalnya dengan teropong dll.
Yang diperintahkan adalah: “Jika kalian terhalang (ada unsur penghalang), yang dimungkinkan mata kita tidak bisa melihat bulan karena terhalang. Berarti menunjukkan bahwa “melihat” disini artinya dengan mata, bukan dengan alat. Boleh alat digunakan, tetapi hanya sebagai pembantu, tidak menjadi bagian dari ibadah. Yang ibadah adalah mata, bukan alat.”
Jadi tetap yang dipatuhi adalah Ru’yah bukan metode Hisab.


7 komentar:

  1. mantap artikelnya gan numpang copas yach

    BalasHapus
  2. maaf sedikit koreksi. setahu saya upa wasa artinya bukan menahan diri. upa berarti mendekat dan Wasa artinya Yang Maha Kuasa. jadi Upawasa artinya menjadi semakin dekat kepada Yang Maha Kuasa. Semoga bermanfaat, Terimakasih. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1435

    BalasHapus
  3. Ustadz kok masih terjebak kosakata.
    Gusti Allah gak sekejam itu ustadz...

    Duh.

    BalasHapus
  4. Masalahnya bukan terjebak, tapi setiap istilah mempunyai arti dsn makna tersendiri sehingga kita menanggapi dan menyikapinya dengan sudut pandang yang sesuai dengan maknanya

    BalasHapus
  5. Bagaimana kita mau menjelaskan kpd orang yg bahasa ibunya bkn bahasa Arab? Klo mereka tanya shoum itu apa,tentu harus kita carikan bahasa mereka yg kira2 dekat artinya dg shoum. Masa mau dijawab: " Shoum ya shoum"

    BalasHapus
  6. Ustadznya kurang belajar lagi nih haha

    BalasHapus
  7. Maaf dari mana anda tau klo puasa di hindu tidak menahan hawa nafsu,di hindu pada saat nyepi ada namanya tapa brata penyepian ato panca tapa brata
    Yg kelima limanya menahan hawa nafsu keduaniawian menurut saya anda hanya menterjemahkan sudut persefektif anda sendiri tanpa melakukan riset,menurut saya kata puasa di gunakan oleh para penyebar agama muslim seperti WALI SONGO agar bisa di terima saat itu karena saat itu mayoritas masih beragama hindu budha itu adalah perpaduan budaya lokal dan agama agar bisa di terima.jd jika anda menyangkalnya itu berarti anda menyangkal pendahulu penyebar islam di nusantara

    BalasHapus