Tampilkan postingan dengan label Mutiara Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Iman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2021

Ibadah badan yang paling utama

 Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata: 

  "Ibadah badan yang paling utama adalah Sholat kemudian membaca alqur'an kemudian dzikir kemudian berdo'a" 

📚 Majmu' fatwaa (10/401) 

 *******************************************

Mari berlomba dalam kebaikan dengan berbagi dan mengikuti akun mutiara iman

Telegram @mutiaraimanID - bit.ly/3wWUGC1

Instagram @mutiaraiman.id - bit.ly/3wLnIEj

Facebook @mutiaraiman.id - bit.ly/3cX5OXo



Kenikmatan meninggalkan Ma'siat

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata: _Barang siapa yang malu kepada Allah ketika berma'siat kepadaNya, niscaya Allah akan malu untuk menghukumnya ketika berjumpa dengannya"

📚 Sofhah tadqiq Lughowi 

**********************

Mari berlomba dalam kebaikan dengan berbagi dan mengikuti akun mutiara iman

Telegram @mutiaraimanID - bit.ly/3wWUGC1

Instagram @mutiaraiman.id - bit.ly/3wLnIEj

Facebook @mutiaraiman.id - bit.ly/3cX5OXo






Kenikmatan meninggalkan Ma'siat

Salah seorang salaf berkata:

_"Simpanlah waktu istirahatmu untuk di kuburanmu, sedikitkanlah dari perkara sia-siamu dan tidurmu, karena akan datang waktu tidur yang pagi harinya merupakan hari kiamat, betapa indahnya engkau meninggalkan ma'siat sedangkan hatimu menginginkannya dan Allah menggantikan bagimu yang lebih baik darinya"_ 


📚 Sofhah tadqiq Lughowi 

**********************

Mari berlomba dalam kebaikan dengan berbagi dan mengikuti akun mutiara iman

Telegram @mutiaraimanID - bit.ly/3wWUGC1

Instagram @mutiaraiman.id - bit.ly/3wLnIEj

Facebook @mutiaraiman.id - bit.ly/3cX5OXo




Merahasiakan Amal Kebaikan

Dari Zubair bin Awam berkata: telah bersabda Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam:

"Barang siapa di antara kalian untuk mampu merahasiakan amal kebaikannya maka lakukanlah"

�� Shohihul Jaami' (5/240)




Rabu, 18 Agustus 2021

Ulama pewaris para Nabi

 

Tugas para Nabi adalah menyampaikan amanat risalah dari Rabb sekalian alam kepada manusia, menuntun umat menuju kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat
Sepeninggal para Nabi Ulama-lah yang mewarisi tugas tersebut

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.”
(HR : Abu Dawud 3096, At-Tirmidzi 2159, Ibnu Majah 182, At-Targhib, 1/33/68)