Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2021

Ibnu Miskawaih: Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Miskawaih: Pemikiran Filsafatnya

Oleh: Alya Azzahra Furqon

1. Ketuhanan

    Pemikiran dan gagasan Ibnu Miskawaih banyak dipengaruhi oleh pemikiran AL Kindi, tentang emanasi banyak dipengaruhi oleh Al Farabi. Menurut Ibnu Miskawai, Tuhan itu jelas sekaligus tidak jelas. Keberadaan Tuhan itu pasti jelas dengan segala hakikatnya, Tuhan jadi tidak jelas ketika ditangkap oleh akal pikiran kita yang terbatas, maka gagasan-gaagasan kita tentang Tuhan tidak sempurna dan terbatas. Jadi, dari sisi Tuhan pasti ada wajibul wujud tapi dari perspektif kita seornag manusia, Dia tidak jelas. Maka kalau hanya mengandalkan pikiran nantinya kita akan menyembah pandanagn dan konsep kita sendiri tentang Tuhan, maka dari itu cukup berimana saja dengan percaya saja pada Dia yang tidak terjangkau oleh akal kita.

2. Emanasi

    Emanasi adalah proses terjadinya ujud yang beraneka ragam, baik langsung atau tidak langsung, bersifat jiwa atau materi, berasal dari ujud yang menjadi sumber dari segala sesuatu yakni Tuhan, yang menjadi sebab dari segala yang ada karenanya setiap ujud ini merupakan bagian dari Tuhan.Creatio ex Nihilo, adalah menciptakan sesuatu dari tidak ada apa-apa yang mana bagi beberpa filosof ha itu tidak masuk akal. Yang mana mayoritas berpendapat sesuatu ada dari yang ada asalnya. Namun seandainya alam ini ada bahannya maka akan ada turunannya dari setaip bahan. Maka materi pertama apapun itu pasti dari Allah bersumbernya. Oleh filsafat emanasi hal ini disebut melimpah dari dirinya Allah yang mana bahnnya alam semesta Allah sendiri. Dalam pandangan Aristoteles segala sesuatu itu ada sebabnya maka pada akhirnya berujung pada Allah, inilah analogi termudah dalam memahami emanasi. Manusia ideal selain nabi adalah filosof, dimana keutamaan diri Nabi langsung anugrah dari Allah jika filosof berusaha sendiri unutk mengakses realitas. Perbedaannya terletak pada teknik memperolehnya.

3.Kenabian

    Ibnu Miskawai terkenal dengan pemikirannya tentang akhlak. Bukunya yang paling terkenal adalah Alkhuluqu Haalun Li Nafsi Daaiyatan Liha Ilaa Af ‘Aluha Min Ghairi Fikrin walaa Ruwiyatin. Yaitu, kondisi jiwa yang mendorong perilaku yang tanpa dipikirkan dan tanpa dipertimbangkan dulu. Tanpa dipikir karena sudah otomatis, dorongan jiwa yang melahirkan tindakan yang otomatis. Akhlak baik itu ada dalam jiwa, tidak dalam perilaku meskipun manifestasinya perilaku. Parameter akhlak bukan fitrah namun menampilkan perbuatan baik adalah pencitraan. Jadi akhlak yang banar adalah kondisi jiwa Haalun Li Nafsi, yang mendorong perbuatan. Khalaq itu ijmali kalu khuluq ikhtiyari. Jika khalaq sudah dikasih langsung secara mutlak oleh Allah tidak dpat diubah sedangkan khuluq bisa kita ubah denagn cara memilih.

4. Tujuan Pendidikan Akhlak

    Akhlak adalah pendidikan jiwa untuk melahirkan tindakan spontana. Jadi, tujuan pendidikan akhlak adalah melatih jiwa untuk terbiasa dalam kebaikan. Upaya dalam melakukan kebiakan itulah adalah pendidikan akhlak. Pendidikan moral yang bagus adalah pembiasaan, pembaisaan dalm kebaikan. Orang yang terbiasa dalam kebaikan akan mencapai kebahagiaan sempurna/paripurna (al sa’adah), kebahagiaan itu akan terjadi jika kebaikan kita utuh dalam aspek batin dan jiwa. Jadi, didiklah dirimu dalm rangka berbuat kebaikan paripurna(saadah) yaitu kebaikan yang sifatnya rasional (mahsusat) maupun empirik (ma’qulat). Jadi, bahagia itu terminal akhir dan jika tidak bahagia mungkin diri kita kurang berbuat kebaikan. Maka lakukanlah al khayr kebaikan, al khayr adalah al sya’I al nafi’ yaitu sesuatu yang bernilai.


Referensi:

http://digilib.uinsby.ac.id/19225/4/Bab%203.pdf. Diakses pada, Ahad 13 Desember 2020.

Pukul 14.06.

https://youtu.be/FpMC84udyNE

Ibnu Miskawaih: Riwayat Hidup

Riwayat Hidup Ibnu Miskawaih

Oleh: Alya Azzahra Furqon   

    Ibnu Miskawaih adalah seorang filsuf muslim yang memusatkan perhatiannya pada etika Islam. sebenarnya ia juga sebagai seorang sejarawan, tabib, ilmuwan, dan sastrawan. Pengetahuannya tentang kebudayaan Romawi, Persia, dan India sangat luas begitu juga tentang filsafat Yunani. Istighfarotur Rahmaniyah mengutip dalam buku Filsafat Islam karya Sudarsono yang menyatakan bahwa nama lengkap Ibnu Miskawaih adalah Abu Ali al- Khozin Ahmad Ibnu Muhammad bin Ya‟kub bin Miskawaih, yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Miskawaih atau ada yang menyebutya Miskawaih saja.

    Kota Rayy (sekarang Teheran) adalah kota kelahiran Ibnu Miskawaih, kota ini termasuk wilayah Iran. Belum ada tahun yang jelas atas kelahiran beliau, para penulis menyebutkan berbeda-beda, M. M Syarif menyebutkan tahun 320 H/932 M. Morgoliouth menyebutkan tahun 330 H/941 M. Abdul Aziz Izzat menyebutkan tahun 325 H. Terkait umur beliau juga tidak ada kejelasan, hanya saja dituliskan bahwa beliau berumur cukup panjang dan meninggal dunia di Isfahan pada tahun 421 H/ 1030 M. Kota lahirnya tak menjadi tempat ia berjuang dan menimba ilmu, melainkan ia menetap di Isfahan dan menekuni bidang kimia, filsafat, logika, sastra, dan sejarah dalam waktu yang cukup lama. Demikian pula di tempat inilah beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

    Dilihat dari tahun lahir dan wafatnya, Miskawaih hidup pada masa pemerintahan Bani Abbas yang berada di bawah pengaruh Bani Buwaihi yang beraliran syi‟ah dan berasal dari keturunan Parsi Bani Buwaihi yang mulai berpengaruh sejak khifah al-Mustakfi dari ani Abbas mengangkat Ahmad bin Buwaih sebagai perdana menteri dengan gelar Mu’iz al-Daulah pada 945 M. Dan pada tahuan 945 M itu juga Ahmad bin Buwaih berhasil menaklukkan Baghdad disaat bani Abbas berada di bawah pengaruh kekuasaan Turki. 


Selanjutnya...

Bagian 2: Pemikiran Filsafat Ibnu Miskawaih

Minggu, 22 Agustus 2021

Tahun Baru Islam

Juara 3

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

 Tahun Baru Islam

Oleh: Anandita Shaomi Kurnia

MDTA Al Hidayah Kelas 3


    Bismillah..

    Hai saya Anandita biasa dipanggil dita, saya murid Moa Al-Hidayah kelas 3. Disini saya akan menceritakan tentang tahun baru Islam 1 muharram 1443 H saya tinggal dari Perum Bumi Jaya Indah.

    Perayaan Tahun Baru Islam di tahun ini sangatlah berbeda dari tahun kemarin. Sedih rasannya, karena sekarang situasinnya sedang pandemi/corona, mau tidak mau kegiatan yang mengundang keramaian dilarang. Soalnya biasannya kalau tahun baru islm di mesjd kami emnggelar acara arak obor dari setiap RT pengajian, kami mengarak obor keliling RT/RW. Dan saya juga sekarang tahun baru islam hanya dirumah saja bersama keluarga. Tapi malamnnya kami membaca Do’a awal tahun baru islam sesudah sholat magrib. Alhamdulillah kami sekeluarga dikasih kesehatan dan bisa berkumpul keluarga di tahun baru islam.

    Demikianlah keranganku tentang pengalaman ditahun islam ini. Semoga Allah menghilangkan wabah corona ini, Aamin.

Wassalam

 

Anandita Shaomi Kurnia

Khadijah binti Khuwalid r.a: Orang Pertama Yang Beriman

Juara 2

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

Khadijah binti Khuwalid r.a: Orang Pertama Yang Beriman

Oleh: Mutiara Fadhillah P

MDTA Al Hidayah Kelas 3


Wanita Mulia Lagi Kaya Raya

Khadijah binti Khuwalid lahir dari keluarga mulia dan terhormat. Keturunan Suku Quraisy dari Bani Asad. Kahdijah dikenal sebagai wanita yang mempunyai banyak kelebihan. Beliau sangat cerdas, taat beragama, dermawan dan pandai menjaga kehormatan. Khadijah dijuluki dengan nama Ath Thahirah, artinya wanita suci. Selain itu, Khadijah dikenal sebagai saudagar yang kaya raya. Untuk menjalankan perniagaannya, Khadijah adalah wanita terkaya dari Bani Quraisy kala itu.

Mimpi Khadijah r.a

Suatu malam Khadijah bermimpi ada matahari besar yang turun perlahan dari langit Kota Mekah, matahari ini berhenti tepat di rumahnya. Sinar yang indah memenuhi semua sudut di rumahnya. Cahayanya lembut, membuat hati menjadi tenang dan menyenangkan siapapun yang memandangnya pada pagi harinya. Khadijah mendatangi sepupunya, Waraqah bin Naufal. Untuk menanyakan arti mimpi itu. Khadijah sangat menghormati sepupunya sebagai orang shaleh yang berimu. Waraqah menghabiskan waktunya untuk membaca kitab suci. Dari Waraqah, Khadijah sering mendengarkan kisah para nabi. Masya Allah, Khadijah terpana dengan jawaban Waraqah. “Berbahagialah wahai sepupuku. Seandainya Allah benar-benar membuat mimpimu menjadi kenyataan, maka cahaya kenabian akan masuk ke rumahmu dan darinya akan terpancar cahaya risalah nabi terakhir.”

Muhammad bin Abdullah

Pada suatu ketika, Kahdijah mendengar kabar tentang seorang pemuda Quraisy Bernama Muhammad. Dia dikenal dengan sangat Amanah dan berakhlak mulia. Khadijah menawarkan kepada Muhammad untuk membawa dagangannya ke Syam. Muhammad menerimanya. Maka berangkatlah dia ke Syam bersama pembantu Khadijah yang Bernama Maisarah. Masya Allah dari perniagaan ini, Muhammad mendapat keuntungan yang berlipat. Khadijah sangat senng, apalagi ketika Khadijah endengar cerita dari Maisarah tentang ksiahnya yang sangat menakjubkan. Sepanjang perjalanan, gulungan awan tebal mengiringi Muhammad, seolah-olah melindunginya dari sengatan matahari. Maisarah juga didatangi seorang rahib, Bernama Buhairah. Rahib ini mengatakan baahwa Muhammad adalah seorang nabi, seperti yang tertulis dalam Surat Taurat dan Injil.

Pernikahan Agung

Khadijah adalah seorang janda. Begitu banyak tokoh kaum Quraisy yang kaya raya dan terhormat ingin menjadikannya sebagai isteri, tetapi Khadijah tidak menerimanya. Kini, Khadijah justru tertarik pada Muhammad, pemuda yang tak banyak harta dan tak punya kedudukan. Khadijah yakin, Muhammad adalah orang yang dimaksud dalam mimpinya. Khadijah menceritakan isi hatinya kepada sahabat dekatnya, Nafisah binti Munabbih. Nafisah menyampaiakan kabar gembira ini kepada Muhammad. Sementara itu , Muhammad mengabai paman-pamannya bahwa beliau berniat menikah dengan Khadiajah. Alhamdulillah, atas izin-Nya, berlangsunglah pernikahan Khadijah dengan Muhammad. Hewan-hewan disembelih lalu dibagikan kepada fakir miskin.

Putera-Puteri Khadijah

Dari pernikahan Khadijah dengan Muhammad, lahirlah putra pertama yang diberinama Al Qasim, Muhammad pun sering disebut dengan Abdul Qasim. Lalu lahir putri-putri uhammad, yaitu Zaenab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Kelima putranua lahir sebelum Muhammad menjadi nabi. Setelah Muhammad menjadi nabi, lahir putra terakhirnya, Abdullah. Oleh karena itu Abdullah yang dijuliki Ath Thayib, lelaki baik dan Ath Thaahir yang artinya lelaki suci. Semua anak laki-laki Muhammad meninggal saat mereka masih kecil. Sedangkan anak perempuan tumbuh dewasa dan mengalami masa Islam dan ikut hijrah ke Madinah.

Dukungan Sepenuh Hati

Muhamad mulai menyepi ke Gua Hira. Beliau menghambakan diri kepada Allah Yang Maha Esa. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. hal ini dilakukan sebulan penuh setiap tahun. Khadijah tak pernah melarang suaminya melakukan kegiatan ini. Beliau mendukung sepenuh hati, Khadijah menyiapkan makanan dan minuman selama suaminya di Gua Hira. Bahkan ia mengirim orang untuk menjaga keamanan Muhammad agar taka da yang bisa mengganggu ibadahnya.

Peristiwa di Gua Hira

Pada suatu pagi, Khadijah melihat suaminya pulang dalam keadaan ketakutan dan berkata “Selimuti aku!”. Khadijah menanyakan apa yang telah terjadi. “Wahai Khadijah, sungguh aku mengkhawatirkan diriku”. Jawab Muhammad. Khadijah yang cerdas memberikan kalimat penghiburan yang membuat suaminya mendapatkan kejelasan, bahwa Muhammad telah diangkat menjadi nabi dengan diutusnya Malaikat Jibril kepadanya Waraqah juga mengatakan bahwa Muhammad harus bersiap diri karena banyak orang yang akan membenci dan memusuhinya. Bahkan Muhammad akan terusir dari tanah kelahirannya.

Orang Yang Peramakali Beriman

Khadijah adalah orang yang pertama kali Muhammad sebagai nabi. Beliau manusia pertama yang masuk Islam, Khadijah turut mendakwahkan Agama Isalm. Benarlah yang dikatakan Waraqah. Gangguan, ancaman, juga penganiayaan menimpa Nabi Muhammad Saw. Kaum musyrikin tak rela Nabi Muhammad Saw. menyerukan kalimat tauhid meninggalkan agama nenek moyang, Khadijah berdiri tegar disamping Nabi Muhammad Saw. Semakin berat ujian, semakin bertambah pula kesabaran dan kekuatannya.

Tiga Tahun Masa Sulit

Inilah ujian terberat kaum muslimin. Mereka dilarang untuk bergaul, berjual beli, juga memasuki rumah kaum muslimin terkucilkan di  celah bukit milik Abu Thalib. Alhasil taka da pasukan bahan makanan. Beberapa orang terpaksa makan daun dan kulit pepohonan. Setiap hari terdengar jerit tangis bayi dan anak-anak yang kelaparan, Khadijah tetap bersabar mendampingi Rasulullah Saw. Beliau mencurahkan segala kemampuannya untuk menghadapi ujian yang berat ini. Usianya kala itu sudah 65 tahun. Setelah tiga tahun, Allah telah mengirim rayap untuk memakan perjanjian pemboikotan ini. Berakhirlah masa sulit itu.

Berpulang ke Rahmatullah

Khadijah adalah rahmat bagi Rasulullah Saw. beliau beriman ketiaka Rasulullah Saw. cemas. Selalu mendampingi ketika ujian berat menimpa Rasulullah Saw. dengan jiwa dan hartanya. Pada bulan Ramadhan, seusai pemboikotan Khadijah mengakhiri sefala ujian berat yang menimpanya, Allah Swt. memanggilnya. Telah disedeiakan istana di surga dari Mutiara yang tidak ada kebisingan dan kelelahan di dalamnya. Inilah hadian untuk wanita paling mulia di zamannya.

Pada Momentum Tahun BAru Isalm 1 Muharram 1443 Hijriah. Mari Kita Teladani Kisah Siti Khadijah binti Khuwalid r.a. Semoga Allah Swt. Meridhai Kita Semua, Aamin.

Kumpulan Cerita Pendek Karya MDTA Al Hidayah Kelas 3

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

Tahun Baru Islam

Oleh: Raisha Aldira Hylmi

MDTA Al Hidayah Kelas 3

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh..

Bulan Muharam tiak lepas dari sejaran dan peristiwa besar Islam. Sejarah Tahun Baru Islam ditandai dengan besar, yakni peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw. dari Kota Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Perhitunagn tahun baru Islam bermula di masa Umar bin Khattab r.a, tepatnya pasca wafatnya Nabi Muhammad Saw.

Umar bin Khattab bermusyawarah dengan para sahabat dan singkat mereka pun berjima untuk menjadikan momentum dimana terjadi peristiwa hijran Nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam. Sebelum mengenai kalender Islam atau kalender hijriah, masyarakat Arab mengenai tahun dnegan menamainya menggunakan peristiwa penting yang terjadi di tahun tersebut. misalnya, kelahian Nabi Muhammad Saw. dikenal dengan Tahun Gajah, karena pada tahun tersebut terjadi penyerangan terhadapa Ka’bah oleh pasukan yang menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya.

Peristiwa penting Tahu Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram oleh kaum muslimin. Nama Muharram secara bahasa dapat diartikan sebagai bulan yang diharamkan. Yaitu bulan yang di dalamnya orang-orang Arab diharamkan dilarang melakukan peperangan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh.



Mencari Keadilan

Oleh: Alfiyyah Azira

MDTA Al Hidayah Kelas 3

Pada zaman dahulu, ada seekor tupai tinggal dalam rongga batang pohon untuk jangka waktu yang lama. Ia sangat menyenangi tempat tinggalnya itu. Pada suatu hari, ia meninggalkan sarangnya untuk mencari makan dan menemukan sebatang pohon kelapa.

“Kelapa adalah makanan kesukaanku” katanya. Segera ia memanjat pohon kelapa itu dan mulai menyantap buahnya. Tupai kecil itu sangat sayang untuk meninggalkan buah kelapa di pohonnya selama beberapa hari. Akhirnya, buah-buah kelapa itu habis semuanya. “Baiklah aku pulang sekarang,” ia berpikir, “Aku sudah lama meninggalkan sarangku.”

Namun, ketika tupai itu pergi, seekor tikus kecil dengan suka cita telah menempati sarangnya dalam rongga kayu tersebut. Ketika sang tupai kembali, ia sangat kaget menemukan tikus menempati rumahnya. “Apa yang kamu lakukan di sarangku ?” Tupai bertanya dengan marah.

“Apa maksudmu mengatakan sarangmu ?” jawab si tikus. “tempat ini kosong ketika aku datang.” “Aku pergi untuk tinggal pada sebatang pohon kelapa untuk sementara. Itu bukan berarti memberimu hak untuk pindah ke sarangku. Sekarang, kamu lebih baik keluar sebelum aku benar-benar marah,” teriak si tupai.

“aku tak peduli apakah kamu marah ataupun tidak. Aku tidak akan meninggalkan sarangku ini,” kata sang tikus kecil. Mendengar pertengkaran antara tupai dan tikus kecil itu, semua binatang berkumpul mengelilinginya. “Sudahlah, kalian jangan ribut-ribut begini.” kata rusa.

“Lalu, apa yang harus kami lakukan,” “Mengapa kalian tidak menyuruh seorang hakim untuk memutuskan siapa yang berhak atas sarang ini?” kata si rusa. “Itu ide yang bagus,” kata si tupai dan si tikus secara bersamaan. Lalu, mereka segera mencari seorang hakim yang adil kemana-mana.

Akhirnya, mereka berpapasan dengan seekor kucing. Ia kelihatannya sangat tua dan terpelajar. “” Bagiku, ia tampaknya seperti seekor kucing yang bijaksana. Ayo kita minta padanya untuk menyelesaikan pertengkaran kita,” kata sang tupai.

“Ah jangan!” teriak si tikus, “Kucing ini dapat membunuh kita.”



Angsa-angsa yang Cerdik

Oleh: Nanda Wahyu Ikhsany

MDTA Al Hidayah Kelas 3

Pada suatu hari, Serigala melihat beberapa ekor angsa sedang asyik bercakap. Serigala sangat girang. Ia melompat ke depan angsa-angsa itu dan siap memangsa mereka. Angsa-angsa itu sangat ketakutan.

Dengan sombong, Serigala itu berkata pada angsa-angsa itu, “Aku ini baik hati! Jadi, aku akan kabulkan permintaan terakhir kalian!”

Seekor angsa yang paling cerdas langsung berkata, “Ijinkan kami menyanyi untuk yang terakhir kali, supaya kami bisa mati dengan damai.”

Serigala setuju dan mengijinkan angsa yang cerdas itu menyanyi. Maka, terdengarlah suara teriakan yang keras dari mulut angsa itu.  Lalu, sebelum teriakannya itu selesai, angsa kedua juga mulai berkoak-koak berteriak. Kemudian dilanjutkan oleh angsa ketiga dan keempat. 

Ketika semua angsa itu selesai berteriak, sekawanan angsa lain berdatangan. Mereka bergabung dan mulai berkoak-koak ribut sampai Serigala merasa sakit kepala.

Serigala akhirnya memutuskan untuk pulang. Ia tidur tanpa makan malam samasekali.

Kamis, 19 Agustus 2021

Riwayat Hidup Dan Pemikiran Filsafat Ikhwan Al Shafa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  

Riwayat Hidup Dan Pemikiran Filsafat Ikhwan Al Shafa

Sumber: https://bit.ly/3mf4HaS

A. Riwayat Hidup Filsafat Ikhwan Al Shafa

    Ikhwan Al Shafa adalah kelompok rahasia yang muncul sekitar pertengahan Abad 4 H sekitar tahun 347 H/ 958 M pada masa kemunduran Dinasti Abasyiah. Pada saat itu khalifah telah digunakan sebagai boneka karena tampuk pemerintahan sebenarnya dikuasai oleh penguasa-penguasa lokal, seperti di Aleppo, di Damaskus dengan Dinsati Hamdaniyya dengan pemimpinnya Saif Addaulah adalah pengusa Aleppo yang menaklukan Damaskus. Saat itu di Bagdad yang berkuasa adalah Dinasti Buwaih yang dipimpin oleh 3 orang  bersaudara yaitu Ali, Hasa dan Ahmad, awalnya mereka hanyalah seorang nelayan.

    Sebab munculnya gerakan Ikhwan Al Shafa adalah karena saat itu Dinasti Abasyiah adalah dinasti Sunni sedangkan Dinasti Buwaih adalah penganut Syiah dan waktu itu Abasyiah takluk pada Dinasti Buwaih. Namun saat itu Buwaih tidak ingin memegang kekuasaan dan dibiarkan khalifah berasal dari pihak Abasyiah. Ikhwan, persaudaraan dan shafa, suci jadi artinya tali persaudaraan yang suci dengan tujuan membersihkan masyarakat dari pemikiran-pemikiran yang sesat. Gerakan ini muncul di Kota Basrah. Gerakan ini sangat tertutup, anggotanya tidak saling mengetahui akan pekerjaannya sehari-hari dan tidak saling mengetahui antara satu sama lain tapi mereka hanya diikat oleh satu ikatan persaudaraan dan satu tujuan yang sama. Mereka kumpul disuatu tempat dan berdiskusi terkait ilmu pengetahuan dan akhirnay mereka menulis sejumlah risalah dalam buletin tanpa ada identitasnya.

     Dalam keanggotaan Ikhwan As Shafa terbagai menjadi 4 kelompok yaitu :

1. Ikhwan Al Abror, anggota termuda yang usianya 15-30 tahun. Mereka adalah para pencari ilmu (tholib) dan murid (araada yuriidu) menginginkan. Maka dari itu aliran-aliran sufi lebih mengarah ke murid karena lebih tunduk. Sayartnya mereka harus punya kesetiaan belajar.

2. Ikhwan Al Akhyar, usiannya 30-40 tahun dan mereka sudah menjadi guru. Syaratnya harus punya rasa kasih sayang.

3. Al Fudhaala, yang usianya 40-50 tahun. Mereka sudah menguasaai segala amacam ilmu syariat.

4. Al Kamil, tingkatannya sudah paling tinggi hanya memikirkan tentang akhirat.

B. Pemikiran Filsafat Ikhwan Al Shafa

    Pemikiran filsafat Ikhwan Al Shafa sama persis dengan Al Kindi yang mengatakan bahwasanya filsfat dan agama tidak berbeda dimana filsafat dan agama saling memperkuat. Menurut mereka islam bukan hanya sebagai agama dogma namun islam juga mengajarkan pemeluknya untuk berfikir untuk rasional karena dalam Al Quran pun mencantumkan seperti itu. Dan untuk Al Quran kita perlu pendekatan lain tidka hanya secara leterlek dan harus ada takwil karena tidak semua manusia mengerti. Dan jika dibiarkan tanpa takwil akan terjadi salah dalam pemaknaan. Mereka berpendapat bahwasannya ayat-ayat mutasyabih perlu pentakwilan.

1. Manusia

Ikhwan al shafa mengatakan esensi manusia itu jiwanya. Dalam risalahnya abahwa motor manusai itu jiwanya, manusia yang hidup yang bergerak ketika tidur jiwa manusaia istirahat dan ketika tidur tidak tahu apa-apa. Ketika kita tidur kita masih punya nyawa tapi kenapa kita tidak mengetahui yang ada di sekitar kita, kemana diri kita ketika tidur. Manusia itu ada 3 : 1) jasad, yaitu badannya. 2) nyawa, yang selalu kumpul dengan jasad. 3) ruh, jiwa yang menghidupkan kita berpikir dan sebagainya. Jasad dan nyawa akan habis sedangkan jiwa adalah abadi karena materi yang berasaal dari Tuhan dari langit. Maka, kata Ikhwan Al Shafa ketika manusia tidur jiwa kita istirahat. Ketika Imam Al Ghazali menulis kitab Ihya Ulumuddin beliau selalu konsultasi dengan Rasul, dimana ruh nya bertemu langsung dengan Rasul.

2. Teori Ilmu Pengetahuan Manusia

Menurut Ikhwan As Shafa pengetahuan manusia itu ada dua :

1. Yang berasal dari panca indera/khabari, disebut bayani. Karena kita melihat dapat pengetahuan

2. Yang berasal dari akal/nadhaari, hasil dari berfikir manusia.

Yang membedakan khbari dengan nadhari adalah khabari berasal dari indrawi yaitu binatang sedang manusia berasal dari nadhaari dan khabari indrawi dan akal. Malaikat tidak punya akal, hanya diberi ketaatan oleh Allah agar selalu mentaatinya sedang. Jadi manusia bisa mengalahkan malaikat dengan akalnya dengan proses agar sampai pada yang haq Allah swt. Level manusia adalah hewan yang berpikiràmanusiaàmalaikat dan mengalahkan malaikat dnegan akalàketika akal dapat menguasai hawa nafsu maka akan lebih hebat dari malaikat.

Ikhwanu As Shafa mengambil prinsip pengetahuan dari QS. An Nahl ayat 70. Menurut Ikhwan As Shafa, tujuan pendidikan adalah moral sejak abad ke 4 H, abad ke 10 M tahun ke 900an. Arah pendiidkan yang baik adalah menjadi manusia yang baik yang bermoral berakhlak. Menurut Ikhwan As Shafah, pendidikan yang berorientasi pada moral contohnya adalah pendidikan matematika, jika ingin mencetak manusia yang bermoral dan berakhlak ajarkan matematika. Karena matematika jujur, konsisten, amanah. Lalu setelah belajar matematika harus belajar fisika, kaitannya adalah lewat fisika akan mempelajari alam semesta kebesaran dan keajaibannya dan akan melahirkan metafisika.

Referensi: https://youtu.be/m47kFcvA5eA