Tampilkan postingan dengan label Jabaria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jabaria. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

Harta kekayaan Cagub Cawagub Jabar 2013


Nomor urut 1 :
  • Dikdik Arif Maulana Mansur
    • Saat ini - Rp 30.564.377.843 .
    • 18 Oktober 2011 - Rp 10.254.388.530.
  • Cecep Nana Suryana Toyib
    • Saat ini - Rp 1.413.789.161 .
    • Februari 2010 dilaporkan Rp 550.215.556.

Nomor urut 2 :
  • Irianto MS. Syafiudin
    • Saat ini - Rp 4.600.084.401 .
    • 31 Agustus 2005 - Rp 3.829.220.530.
  • Tatang Farhanul Hakim
    • Saat ini Rp 5.788.404.003 .
    • 7 Juli 2008 - Rp 3.778.571.392.

Nomor urut 3 :
  • Dede Yusuf
    • Saat ini Rp 11.342.766.621
    • 2 Mei 2011 - Rp 10.957.494.154.
  • Lex Laksamana
    • Saat ini - Rp 7.350.928.801.
    • 7 Mei - Rp 5.155.405.832.

Nomor urut 4 :
  • Ahmad Heryawan
    • Saat ini - Rp 4.508.509.038 .
    • 3 Desember 2010 - Rp 2.965.017.159.
  • Deddy Mizwar
    • 31 Oktober 2012 - Rp 27.099.850.216

Nomor urut 5 :
  • Rieke Diah Pitaloka
    • Saat ini Rp 2.707.309.445 .
    • 2 Desember 2009 - Rp 2.378.836.343.
  • Teten Masduki Toyib
    • Saat ini - Rp 1.468.127.852 .
    • 10 Agustus 2007, Rp 501.749.140.


Minggu, 13 Januari 2013

Gubernur Jabar dari masa ke masa

Tahukah anda ? Kalau Kang Aher adalah Gubernur Jabar yang ke-15? dan Bapak Ipik Gandamana adalah Gubernur Jabar asal Purwakarta yang kedelapan? Berikut nama - nama Gubernur Jabar dari masa ke masa

Pertama
Mas Sutardjo Kertohadikusumo

Mas Sutardjo Kertohadikusumo Kunduran, Blora, Jawa Tengah 22 Oktober 1892 Jakarta 20 Desember 1976 adalah gubernur pertama Jawa Barat. Menurut UU No. 1 Tahun 1945, daerah Jawa Barat saat itu menjadi daerah otonom provinsi. Sekalipun ia adalah Gubernur Jawa Barat, namun ia tidak berkantor di Bandung, melainkan di Jakarta. Sutardjo merupakan tokoh nasional yaitu anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Ia penggagas Petisi Sutarjo. Petisi ini diajukan pada 15 Juli 1936, kepada Ratu Wilhelmina serta Staten Generaal (parlemen) Belanda. Petisi ini diajukan karena ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan politik Gubernur Jenderal De Jonge. Selain itu ia pernah menjabat juga sebagai Ketua DPA.

Kedua
Datuk Djamin

Datuk Djamin adalah Gubernur Jawa Barat yang kedua. Tokoh nasional ini menduduki jabatan Gubernur Jawa Barat ketika ibu kota negara Jakarta diduduki tentara sekutu dan kemudian ibu kota dipindahkan ke Yogyakarta. Ia memimpin Jawa Barat tidak di Bandung karena sejak 1946 ibu kota Jawa Barat dipindahkan ke daerah pedalaman, yaitu Tasikmalaya.





Ketiga
Murdjani

Murdjani adalah gubernur Jawa Barat yang ketiga. Masa pemerintahannya sangat singkat, kurang dari satu tahun. Setelah tidak menjabat Gubernur Jawa Barat, Murjani (atau Moerdjani) kemudian menjadi Gubernur Jawa Timur (1947-1949) dan selanjutnya menjadi Gubernur Kalimantan II (1950-1953). Ia adalah salah satu tokoh Parindra (Partai Indonesia Raya) dari Jawa Timur. Pada masa pendudukan Jepang, atas campur tangan Sukarno dan M. Hatta, ia ditunjuk sebagai Bupati Indramayu, dengan alasan untuk mendorong kaum terpelajar mengambil alih kedudukan Pangreh Praja sehingga orang Jepang tidak meragukan bahwa orang Indonesia tidak memiliki kepemimpinan.